Kakalight.org. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Mengenal Peralatan Yang ada Di Pengeboran Lepas Pantai

1.2.1. Platform
  • Nama Alat 
Platform Tiang Pancang.
  • Fungsi 
Tempat dudukan peralatan dan material dalam operasi pemboran lepas pantai.
  • Mekanisme Kerja
Platform diletakkan di dasar laut dengan sistem konstan, tidak terpengaruh cuaca.
  • Gambar Alat
Platform Tiang Pancang


1.2.2. Tension Leg Platform
  • Nama Alat 
Tension Leg Platform Sea Star TLP Hull Keppel FELS.
  • Fungsi 
Tempat dudukan peralatan dan material dalam operasi pemboran lepas pantai.
  • Mekanisme Kerja 
Platform diletakkan di dasar laut dengan sistem konstan, tidak terpengaruh cuaca.
  • Gambar Alat
Tension Leg Platform


1.2.3. Semi submersible 
  • Nama Alat 
Semi submersible AMFELS.
  • Fungsi 
Merupakan suatu jenis platform semacam kapal dan pada umumnya tidak mempunyai propeler sendiri sehingga untuk menuju lokasi harus ditarik dengan kapal tunda.
  • Mekanisme Kerja 
Semi submersible bersifat mengapung (floating), sehingga sangat dipengaruhi oleh alur ombak dan pasang surut. Untuk mengatasi pengaruh tersebut, platform ini harus dijangkar.
  • Gambar Alat
Semi Submersible Platform

  • Nama Alat 
Semi submersible SAFE LANCIA.
  • Fungsi 
Merupakan suatu jenis platform semacam kapal dan pada umumnya tidak mempunyai propeler sendiri sehingga untuk menuju lokasi harus ditarik dengan kapal tunda.
  • Mekanisme Kerja 
Semi submersible bersifat mengapung (floating), sehingga sangat dipengaruhi oleh alur ombak dan pasang surut. Untuk mengatasi pengaruh tersebut, platform ini harus dijangkar.
  • Gambar Alat
Semi Submersible Platform


1.2.4. Jack Up Platform
  • Nama Alat
Jack Up platform ENSCO 104 Keppel Fels.
  • Fungsi
Merupakan jenis platform yang digunakan sebagai tempat meletakkan peralatan pemboran lepas pantai.
  • Mekanisme Kerja
Jack Up Platform berbentuk semacam barge, berukuran besar tidak mempunyai propeler sendiri, sehingga untuk menuju ke lokasi harus ditarik dengan kapal tunda (tug boat). Jack-Up dilengkapi dengan kaki-kaki yang dapat terdiri dari tiga, empat, lima kaki atau lebih. Pada posisi pemboran, kapal diangkat dan berdiri di atas kaki, cukup tinggi di atas air serta di atas jangkauan ombak. Kedalaman laut terbatas dengan panjang kaki.
  • Gambar Alat
Jack Up Platform
  • Nama Alat 
Jack Up Platform. 
  • Fungsi
Merupakan jenis platform yang digunakan sebagai tempat meletakkan peralatan pemboran lepas pantai.
  • Mekanisme Kerja
Jack Up Platform berbentuk semacam barge, berukuran besar tidak mempunyai propeler sendiri, sehingga untuk menuju ke lokasi harus ditarik dengan kapal tunda (tug boat). Jack-Up dilengkapi dengan kaki-kaki yang dapat terdiri dari tiga, empat, lima kaki atau lebih. Pada posisi pemboran, kapal diangkat dan berdiri di atas kaki, cukup tinggi di atas air serta di atas jangkauan ombak. Kedalaman laut terbatas dengan panjang kaki.
  • Gambar Alat
Jack Up Platform


1.2.5. Submersible Platform
  • Nama Alat 
Submersible Platform
  • Fungsi
Merupakan jenis platform yang digunakan untuk operasi pemboran daerah rawa atau laut yang sangat dangkal.
  • Mekanisme Kerja 
Submersible sebenarnya adalah floating platform. Bila dioperasikan pada laut dangkal, submersible ini didudukkan pada dasar laut dan berfungsi seperti drilling barge.
  • Gambar Alat
Submersible Platform


1.2.6. Drill Ship
  • Nama Alat 
Drill Ship Keppel Fels.
  • Fungsi 
Merupakan bentuk kapal sepenuhnya, untuk pengeboran laut dalam. 
  • Mekanisme Kerja 
Memiliki sifat mengapung (floating) yang dilengkapi dengan propeller sendiri. Jenis ini sangat dipengaruhi oleh arus, ombak, dan pasang surut. Untuk mengatasi pengaruh tersebut harus dijangkar seperti pada semi-submersible. 
  • Gambar Alat 
Drill Ship 
  • Nama Alat 
Drill Ship. 
  • Fungsi 
Merupakan bentuk kapal sepenuhnya, untuk pengeboran laut dalam. 
  • Mekanisme Kerja 
Memiliki sifat mengapung (floating) yang dilengkapi dengan propeller sendiri. Jenis ini sangat dipengaruhi oleh arus, ombak, dan pasang surut. Untuk mengatasi pengaruh tersebut harus dijangkar seperti pada semi-submersible. 
  • Gambar Alat 
Drill Ship


1.2.7. Sub-Sea Connector 
  • Nama Alat 
Sub-Sea Connector S&N Pump type P-500. 
  • Fungsi 
Menyambung casing head atau well head dengan BOP stack dan BOP stack dengan riser system. 
  • Mekanisme Kerja 
Connector ini dioperasikan dari permukaan secara hidraulis. 
  • Gambar Alat 
Me with Sub-Sea Connector


1.2.8. Subsea BOP Stack 
  • Nama Alat 
Subsea BOP stack. 
  • Fungsi 
Sebagai peralatan untuk keselamatan dalam pemboran didalam, fungsinya sama dengan alat BOP di darat. 
  • Mekanisme Kerja 
Biasanya dipakai dengan jumlah yang lebih banyak dari pada di darat, dengan maksud untuk safety serta agar tidak memerlukan penggantian ram pada saat penurunan casing. Ukuran serta pressure rating dinaikkan dan perlu diperhitungkan kedalaman laut (tekanan hidrostatik air). 
  • Gambar Alat 
Subsea BOP Stack


1.2.9. Marine Well Head System
  • Nama Alat 
Marine Well Head System Cameron type STM-15. 
  • Fungsi 
Sebagai pengganti well head dipakai serangkaian casing untuk masing-masing casing. 
  • Mekanisme Kerja 
Masing–masing casing head mempunyai “HUG” yaitu tempat untuk memasang hydraulic connector dan mempunyai ulir kiri untuk menyambung dengan running tool pada waktu menurunkan casing dan juga penyemenan. 
  • Gambar Alat 
Marine Well Head System
  • Nama Alat 
Marine Well Head System Cameron type STC-10. 
  • Fungsi 
Sebagai pengganti well head dipakai serangkaian casing untuk masing-masing casing. 
  • Mekanisme Kerja 
Masing–masing casing head mempunyai “HUG” yaitu tempat untuk memasang hydraulic connector dan mempunyai ulir kiri untuk menyambung dengan running tool pada waktu menurunkan casing dan juga penyemenan. 
  • Gambar Alat 
Marine Well Head System Cameron type STC-10


1.2.10. Flowline 
  • Nama Alat 
Flowline spotlight Cameron. 
  • Fungsi 
Untuk menghubungkan flowline dengan fasilitas subsea. 
  • Mekanisme Kerja 
Alat ini digunakan menyambungkan flowline ke fasilitas subsea antara lain Manifolds, Trees, Templates, FLETs (Flowline End Terminations) 
  • Gambar Alat 
Flowline


1.2.11. Riser System 
  • Nama Alat 
Riser System. 
  • Fungsi 
  1. Untuk mengalirkan lumpur ke permukaan dalam proses pemboran. 
  2. Memudahkan dalam memasukkan peralatan pemboran. 
  • Mekanisme Kerja 
Riser system ini meliputi riser pipe, ball joint, slip joint, kill & choke manifold dan hydraulic conector. Lumpur mengalir ke permukaan melalui peralatan-peralatan tersebut dalam proses pemboran. 
  • Gambar Alat 
Riser System


1.2.12. Bumper Sub 
  • Nama Alat 
Bumper Sub Gotco International. 
  • Fungsi 
Menetralisir gerakan kapal agar tidak mempengaruhi OB dan membantu melepaskan “fish” yang melekat pada ujung lubang bor. 
  • Mekanisme Kerja 
Merupakan motion compensator yang dipasang pada drill collar dan tempat pemasangan diusahakan pada titik netral. 
  • Gambar Alat 
Bumper Sub Gotco International


1.2.13. Marine Swivel 
  • Nama Alat 
Marine Swivel Mandrel. 
  • Fungsi 
Memberi kebebasan bagi rangkaian pipa bor untuk berputar tetapi swivelnya tidak bergerak. 
  • Mekanisme Kerja 
  1. memberikan kebebasan pada rangkaian pipa bor untuk berputar dimana swivel tidak swivelnya tidak ikut berputar 
  2. memberikan perpaduan gerak vertikal dengan gerak berputar agar dapat bekerja bersama-sama 
  3. sebagai penghubung antara rotary (pipa karet) dengan kelly sehingga memungkinkan lumpur bor untuk sirkulasi tanpa mengalami kebocoran. 
  • Gambar Alat 
Marine Swivel Mandrel 


1.2.14. Subsea Accumulator 
  • Nama Alat 
Subsea Accumulator Cameron. 
  • Fungsi 
Sumber tenaga untuk menutup BOP stack pada keadaan darurat. 
  • Mekanisme Kerja 
BOP dan semua valve dibuka dan ditutup secara hidrolis dalam waktu singkat. Ada dua cara dalam mengoperasikan BOP, yaitu secara hidraulic dan electrohydraulic system.. 
  • Gambar Alat 
Subsea Accumulator Cameron


1.2.15. Subsea Control
  • Nama Alat 
Subsea Control Cameron. 
  • Fungsi 

  • Mekanisme Kerja 
Fluida untuk mengoperasikan BOP stack dicampur, ditekan dan dipompa dari hydraulic unit. Cairan mangalir lewat hose bundle kebawah, ke subsea pod. Biasanya dipasang dua pod, satu sebagai cadangan. Setiap pod mempunyai banyak pilot valve. Pilot valve inilah yang akan melaksanakan fungsi untuk membuka/menutup aliran fluida hidrolik tekanan tinggi. 
  • Gambar Alat 
Subsea Control Cameron


1.2.16. Mooring Line Tensiometer
  • Nama Alat 
Mooring Line Tensiometer Petron T-MLT-10 
  • Fungsi 
Mooring Line Tensiometer berfungsi untuk menjaga tegangan mooring line dan membantu mendeteksi penyimpangan arah dari vessel. 
  • Mekanisme Kerja 
Mooring line tensiometer mengumpulkan data posisi agar vessel tetap berada di atas lubang bor. Sehingga operator dapat mengetahui dan mengoreksi arah perubahan vessel yang disebabkan oleh perubahan pasang-surut air laut, arah angin dan kondisi cuaca. 
  • Gambar Alat
Mooring Line Tensiometer Petron T-MLT-10

1 comments:

Miliana mengatakan...

menarik banget buat dibaca jdi tahu

sate lilit

Posting Komentar

ShareThis

\